FSPI Apresiasi Presiden Copot Tiga Pejabat BGN, Dinilai Bukti Komitmen Berantas Korupsi
![]() |
| Koordinator Presidium Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI), Zuhelmi Tanjung |
Jakarta, Jaladrinews.id - Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI) mengapresiasi langkah tegas Presiden yang mencopot tiga pejabat di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) di tengah mencuatnya dugaan penyimpangan yang saat ini tengah ditangani aparat penegak hukum. Bagi FSPI, keputusan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak mentoleransi tindakan yang berpotensi merugikan negara maupun menghambat pelaksanaan program strategis nasional.
Koordinator Presidium Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI), Zuhelmi Tanjung, menilai pencopotan tersebut merupakan pesan kuat kepada seluruh pejabat negara agar senantiasa menjaga integritas dan menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab.
"Langkah Presiden mencopot tiga pejabat BGN merupakan keputusan yang tegas dan patut diapresiasi. Ini menjadi alarm keras bagi seluruh penyelenggara negara bahwa jabatan publik bukanlah sarana untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat," ungkap Zuhelmi.
Menurut Zuhelmi, tindakan cepat yang diambil Presiden menunjukkan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat dalam menjaga kredibilitas institusi negara serta memastikan program-program prioritas nasional berjalan secara efektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
FSPI juga menyoroti perkembangan penanganan hukum terhadap pejabat BGN yang telah dicopot dari jabatannya. Bagi FSPI, proses hukum yang berjalan semakin memperkuat pesan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak berhenti pada sanksi administratif, tetapi juga menyentuh aspek penegakan hukum secara menyeluruh.
"Pencopotan yang kemudian dilanjutkan proses hukum menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran ditangani secara serius. Ini menjadi bukti bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum dan seluruh pejabat harus siap mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang diambil selama menjalankan tugas," ujarnya.
Lebih lanjut, Zuhelmi menyatakan bahwa kasus tersebut harus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh kementerian, lembaga, dan badan pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan internal serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran.
FSPI mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut perkara tersebut secara profesional, objektif, dan transparan hingga tuntas. FSPI berharap proses hukum dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang kuat sehingga mampu memberikan rasa keadilan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.
"Kami meyakini bahwa pemerintahan yang bersih dapat terwujud apabila penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu. Setiap dugaan korupsi harus diungkap secara terang sehingga menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat negara," kata Zuhelmi.
Selain itu, FSPI mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung agenda pemberantasan korupsi dengan mengawasi penggunaan anggaran negara agar setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Menurut FSPI, partisipasi publik merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Koordinator Presidium FSPI, Zuhelmi Tanjung, menegaskan bahwa langkah tegas Presiden dalam mencopot pejabat yang bermasalah harus menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan. Bagi FSPI, integritas, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan program pembangunan nasional.
"Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat negara bahwa tidak ada toleransi terhadap praktik korupsi. Kami berharap langkah tegas Presiden dan proses hukum yang berjalan saat ini menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik serta mempercepat terwujudnya pemerintahan yang bersih, profesional, dan berpihak kepada kepentingan rakyat," tutup Zuhelmi.
.jpg)