KPK Bongkar Tarif Perangkat Desa di Pati, Bupati Sudewo Patok Harga hingga Rp150 Juta
![]() |
| Bupati Pati, Sudewo. (Jimmy/Jaladrinews.id) |
Jakarta, Jaladrinews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan dugaan praktik jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo. Dalam perkara ini, Sudewo disebut menetapkan tarif awal bagi para calon perangkat desa (Caperdes) sebesar Rp125 juta hingga Rp150 juta, yang kemudian kembali dinaikkan oleh orang-orang kepercayaannya.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa arahan penetapan tarif tersebut disampaikan langsung oleh Sudewo kepada Abdul Suyono, Kepala Desa Karangrowo, serta Sumarjiono, Kepala Desa Arumanis.
“Berdasarkan arahan SDW, YON dan JION kemudian menetapkan besaran biaya menjadi Rp165 juta sampai dengan Rp225 juta untuk setiap calon perangkat desa,” kata Asep dalam konferensi pers, Selasa (20/1/2026).
Asep menegaskan, nominal tersebut merupakan hasil penggelembungan dari tarif awal yang ditentukan Sudewo. “Tarif tersebut telah di-mark up oleh YON dan JION dari sebelumnya Rp125 juta sampai dengan Rp150 juta,” ujarnya.
KPK juga mengungkap bahwa dalam proses pengumpulan uang, terdapat dugaan unsur paksaan. Para calon perangkat desa disebut diancam tidak akan mendapatkan kesempatan mengikuti pembukaan formasi pada tahun-tahun berikutnya apabila tidak menyanggupi ketentuan biaya tersebut.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, hingga 18 Januari 2026, Abdul Suyono tercatat telah mengumpulkan dana sekitar Rp2,6 miliar. Uang tersebut berasal dari delapan kepala desa di wilayah Kecamatan Jaken.
“Dana dikumpulkan oleh JION dan saudara JAN alias Karjan, Kepala Desa Sukorukun, yang bertindak sebagai pengepul dari para calon perangkat desa. Selanjutnya uang diserahkan kepada YON dan diduga diteruskan kepada SDW,” terang Asep.
KPK menegaskan praktik ini merupakan bagian dari dugaan tindak pidana korupsi berupa suap dan pengondisian jabatan di lingkungan pemerintahan desa, yang saat ini masih terus didalami oleh penyidik.
