BREAKING NEWS

Soroti Polemik Mobil Dinas Gubernur Kaltim, Influencer Ferry Irwandi; Uang 8,5 M Bisa Buat Bangun Jalan, Puskemas Hingga Bangun Sentra Produksi

Tanggapan Ferry Irwandi di Instagramnya

Jaladrinews.id - Polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud terus menuai kecaman dan sorotan tajam dari publik. Diketahui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran kendaraan dinas baru dengan nilai mencapai Rp 8,5 miliar.

“Tamu dari kalimantan timur itu bukan hanya kepala daerah se Indonesia, tetapi juga dari global. Masa iya kepala daerahnya pakai mobil ala kadarnya, ya jangan dong,” ujar Gubernur Kaltim.

Berbagai kalangan dari politisi hingga influencer turut mengkritik kebijakan ini karena dinilai tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, terlebih masih banyak kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, hingga dukungan bagi pelaku UMKM, hal ini tentunya juga menunjukan ketidakpekaan terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup yang lebih layak khususnya bagi masyarakat Kalimantan Timur. 

Tanggapan dari Influencer Ferry Irwandi 

Salah satu Influencer yang turut menyoroti polemik ini adalah Ferry Irwandi, yang dikenal sangat kritis dalam menyoroti kebijakan publik melalui media sosialnya.

Ferry Irwandi, mempertanyakan urgensi pembelian mobil dinas Gubernur Kaltim tersebut.

“Uang 8,5 miliar untuk beli mobil dinas kalau buat jalan jalan bisa dapat 3-5 km, bisa dapat puskesmas tipe D, bisa dapat cold storage 30-50 ton, dana bergulir ke ratusan umkm, bangun sentra produksi,” tulisnya.

Ia menilai anggaran Rp 8,5 miliar seharusnya bisa dialihkan untuk hal yang lebih berdampak serta dirasakan manfaatnya langsung bagi warga.

Lebih lanjut Ferry memandang keputusan pembelian mobil mewah itu kurang tepat sasaran, terutama di tengah masih banyak kebutuhan dasar warga yang belum terpenuhi.

Tak sampai disitu Ferry bahkan menghitung dampak ekonominya. Jika 200 UMKM masing -masing mampu menaikkan omzet Rp 3 juta per bulan, maka akan tercipta tambahan perputaran ekonomi hingga Rp 600 juta per bulan atau sekitar Rp 7,2 miliar per tahun.

Lalu ia juga menyindir bahwa jika kebutuhan kendaraan hanya untuk medan off-road, mobil yang lebih sederhana seperti Hilux sudah cukup, tanpa harus mengeluarkan anggaran fantastis.

“Kalau kebutuhannya emang offroad ya hilux aja cukup ya pak” tambahnya.

Untuk diketahui di Indonesia, varian 4×4 Toyota Hilux baru umumnya dijual dengan harga antara Rp 400 juta sampai Rp 550 juta, tergantung tipe dan fiturnya. Ini tentunya jauh lebih rendah dibandingkan anggaran Rp 8,5 miliar untuk mobil dinas mewah.

Lebih lanjut, ia mengaku sejak lama menaruh perhatian pada isu pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Dari dulu concern banget soal pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sampai sekarang tetap nggak paham urgensi mobil dinas mewah itu untuk apa,” tulisnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar