Aliansi Kontraktor Jakarta Utara Laporkan Dugaan Monopoli Proyek di Sudin PRKP
![]() |
| Aliansi Rekanan Kontraktor Jakarta Utara menggeruduk Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara pada Kamis (2/7/2026) (Dok. Wartakotalive.com) |
Jakarta, Jaladrinews.id - Aroma kongkalikong dan praktik monopoli dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyengat.
Kali ini, Ksepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Administrasi Jakarta Utara, disebut telah dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan pengondisian pemenang proyek yang merugikan para pengusaha lokal.
Gelombang perlawanan memuncak saat belasan pengusaha yang tergabung dalam Aliansi Rekanan Kontraktor Jakarta Utara menggeruduk Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara pada Kamis (2/7/2026).
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan; sebuah berkas laporan resmi bernomor 010/ARKU-DKI/Inp/VII/2026 diserahkan langsung demi membongkar praktik culas yang diduga kuat didalangi oleh sang Kasudin.
"Kami datang ke sini untuk menyampaikan apa yang tersirat di dalam pikiran kami. Kami duga Kasudin Ibu Suharyanti sudah melakukan persekongkolan dan monopoli," tegas perwakilan aliansi, Jumintar Silaen, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (2/7/2026).
Jeritan para kontraktor ini bukan bualan belaka.
Aliansi yang mengaku telah mendedikasikan diri membangun infrastruktur di Jakarta Utara selama hampir satu dekade ini, merasa dikelabui oleh sistem lelang yang diduga hanya menjadi panggung sandiwara.
Indikasi kecurangan terendus saat satu perusahaan tertentu secara janggal memenangkan lebih dari satu paket pekerjaan dalam satu proyek yang sama.
Dari lima lokasi proyek yang dilelang, satu korporasi raksasa diduga sukses menyapu bersih dua paket pekerjaan sekaligus, mematikan asa kontraktor lain untuk berkompetisi secara sehat.
Jumintar membeberkan, para pengusaha lokal sempat diminta mengikuti arahan melalui seorang senior dengan iming-iming transparansi.
Namun, realitas di meja lelang justru berujung pilu.
"Kami sudah diarahkan melalui satu orang senior kami, ternyata sampai lelang dua tiga kali tetap pemenangnya orang lain yang diduga berinisial ET," cecar Jumintar Silaen membongkar kedok tersebut.
Laporan Tembus Ke KPK
Tak main-main, aliansi ini juga mencium adanya aroma proteksi dari oknum aparat penegak hukum yang sengaja dipasang untuk membentengi kebijakan sepihak di lingkungan Sudin PRKP Jakarta Utara. Hukum
Kendati bukti rinci terkait keterlibatan oknum tersebut belum dilampirkan dalam surat, aliansi memastikan tidak akan mundur selangkah pun.
Sadar bahwa gurita monopoli ini sistemik, Aliansi Rekanan Kontraktor Jakarta Utara langsung mengambil langkah radikal.
Mereka secara serentak mengirimkan berkas laporan ini ke lini tertinggi kekuasaan dan lembaga antirasuah.
"Kami bukan cuma aksi seperti ini. Kami juga bersurat dengan Gubernur, Wali Kota, Inspektorat, Kepala Dinas terkait, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari ini surat itu kami sampaikan terutama kepada Wali Kota dan Inspektorat," tandas Jumintar.
Mereka mendesak Pemprov DKI segera mengevaluasi dan mencopot Kasudin dari jabatannya jika terbukti bersalah.
Hingga berita ini diturunkan, Kasudin PRKP Jakarta Utara maupun pihak Sudin PRKP Kota Administrasi Jakarta Utara masih memilih bungkam seribu bahasa dan belum memberikan tanggapan apa pun atas tudingan serius tersebut
