BREAKING NEWS

Pakar UGM Soroti Gubernur Kaltim Berobat ke Luar Negeri di Tengah Karhutla

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, (Dok: diskominfo.kaltimprov.go.id)

Kaltim, Jaladrinews.id- Kepergian Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di tengah situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai sorotan. Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menilai persoalan tersebut tidak semata-mata dapat dilihat dari sisi legalitas, tetapi juga menyangkut etika dan empati seorang pejabat publik.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ririn Sari Dewi membenarkan Rudy Mas’ud berada di Singapura. Menurut Pemprov Kaltim, keberangkatan tersebut dilakukan untuk menjalani medical check-up rutin di Rumah Sakit Mount Elizabeth dengan menggunakan biaya pribadi. Pemprov juga menyebut Rudy telah memperoleh izin lisan dari Menteri Dalam Negeri, sementara permohonan tertulis diproses secara paralel.

"Dari sisi legal formal tindakan kepala daerah bisa dikategorikan tidak salah karena secara formal sudah seizin atasannya, yakni Kemendagri sesuai dengan regulasi yang berlaku," kata Subarsono dikutip dari laman Suara.com, jumat (16/10/2026).

Ia menilai situasi karhutla yang menyebabkan kabut asap semestinya menjadi pertimbangan penting bagi kepala daerah dalam menentukan sikap dan prioritas. Menurut Subarsono, dalam kondisi bencana, kepala daerah idealnya menunjukkan keberpihakan dan kehadiran secara langsung sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat.

"Dalam situasai bencana akibat karhutla yang mengakibatkan wilayah dipenuhi asap pekat, maka kepala daerah sepantasnya berada di wilayahnya tidak pergi ke daerah lain, bahkan ke luar negeri sebagai wujud komitmennya terhadap sumpah jabatannya dan masyarakat, untuk lebih mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi," ujarnya.

Lebih lanjut Subarsono juga mempertanyakan urgensi perjalanan ke luar negeri apabila alasannya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan atau general check-up. Alasan tersebut tidak serta-merta menghapus persoalan etika.

"Izin atasan untuk general check up ke luar negeri sekadar pemenuhan aspek legal formal (legal accountability) di satu pihak, tetapi pihak lain menunjukkan sensitivitas politik dan empati kepala daerah yang rendah pada masyarakat," tegasnya masih dikutip dari laman Suara.com.

Lebih jauh, Subarsono menekankan bahwa kepemimpinan sosial dan politik dalam sistem demokrasi membutuhkan akuntabilitas yang jauh lebih luas ketimbang sekadar selembar surat izin atasan.

Kritik terhadap Rudy pun tidak tepat jika sekadar dianggap sebagai reaksi emosional warga. Masyarakat memiliki hak untuk menuntut kinerja pejabat yang digaji menggunakan uang negara, terlebih ketika keselamatan dan kesehatan publik terancam. 

"Ini bukan persoalan baper, tetapi lebih pada fenomena kesadaran politik warga yang mulai meningkat di era demokrasi untuk berani bersuara. Di negara demokrasi, seorang pemimpin perlu mendengarkan dan memenuhi tuntutan warganya sebagai konsekuensi dia dipilih oleh warganya," imbuhnya.

Momentum bencana, kata Subarsono, seharusnya menjadi kesempatan bagi kepala daerah untuk membuktikan keberpihakan kepada masyarakat sekaligus membangun kembali kepercayaan politik. Bukan justru menempatkan urusan pribadi di atas kepentingan warga yang tengah menghadapi krisis.

Penjelasan Pemprov Kaltim atas viralnya foto Gubernur Rudy Mas’ud ke Singapura

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, membenarkan Rudy sempat berada di Singapura pada Sabtu (10/10/2026) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Mount Elizabeth.

Ririn menjelaskan, kunjungan Rudy ke Singapura dilakukan untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Ia tidak merinci kondisi kesehatan gubernur tersebut.

Menurut Ririn, perjalanan itu telah mendapat persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri. Permohonan tertulis juga diajukan secara paralel karena pemeriksaan berlangsung pada akhir pekan.

Ririn membenarkan foto yang beredar di media sosial diambil ketika Rudy sedang sarapan pada Minggu pagi.

Ia menyebut Rudy kemudian kembali ke Jakarta pada Senin (12/10/2026) siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Balikpapan untuk menjalankan agenda pemerintahan.

"Bapak (sekarang) di Balikpapan," ucap Ririn.



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar