TNI AL Kirim Kapal Rumah Sakit Terapung ke NTT, Bawa Bantuan dan Layanan Kesehatan
![]() |
| Prajurit Marinir menaiki KRI Soeharso-990 sebelum bertolak membawa bantuan kemanusiaan dan logistik untuk korban gempa bumi di NTT, Selasa (18/8). (Foto: Dok. Dispenal) |
Jakarta, Jaladrinews.id- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan kapal rumah sakit terapung KRI Soeharso-990 untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana Gempa Bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal tersebut disiapkan tidak hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga membawa bantuan logistik serta mendukung proses evakuasi apabila dibutuhkan.
Kapal rumah sakit TNI AL menjadi salah satu unsur penting dalam operasi kemanusiaan karena mampu menjangkau wilayah pesisir dan daerah yang sulit diakses melalui jalur darat. Kehadirannya diharapkan dapat mempercepat penanganan warga yang membutuhkan pertolongan medis, khususnya di daerah terdampak yang mengalami keterbatasan fasilitas kesehatan.
Berangkat dari Dermaga Semampir, Mako Armada II Surabaya, KRI Soeharso mengangkut bantuan berupa 1,725 ton beras, makanan siap saji, obat-obatan, hingga kebutuhan balita. Tak hanya logistik pemirsa, ratusan prajurit Korps Marinir, dua helikopter, dan dua alat berat turut pula dikerahkan untuk memperkuat percepatan penanganan bencana di lokasi terdampak.
Selain KRI Soeharso-990 , dua kapal perang lain yakni KRI Bung Hatta-370 dan KRI Hiu-634 juga dikerahkan untuk menyisir wilayah Manggarai dan sekitarnya demi bisa memastikan bantuan kemanusiaan ini tersalurkan dengan cepat dan merata.
KRI dr. Soeharso-990 merupakan salah satu kapal rumah sakit TNI AL yang memiliki kemampuan mendukung pelayanan medis dalam situasi bencana. Kapal ini sebelumnya juga telah digunakan dalam misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana.
Kapal rumah sakit TNI AL juga memiliki fasilitas medis yang memungkinkan dilakukannya penanganan darurat, perawatan pasien, hingga evakuasi medis. Kemampuan tersebut menjadikan kapal sebagai fasilitas kesehatan bergerak yang dapat dikerahkan ke wilayah kepulauan ketika fasilitas kesehatan di daratan mengalami keterbatasan.
Pengiriman kapal rumah sakit ini menjadi bagian dari komitmen TNI AL dalam mendukung operasi kemanusiaan dan membantu pemerintah menangani kondisi darurat di daerah terdampak. Selain aspek kesehatan, pengerahan unsur laut juga memungkinkan distribusi bantuan dalam jumlah besar ke wilayah yang akses daratnya terbatas.
Melalui misi tersebut, TNI AL menegaskan bahwa kekuatan armada laut tidak hanya digunakan untuk menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting dan strategis dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana dan keadaan darurat.
