Menteri ESDM Bahlil Siap Laksanakan Perintah Presiden Ubah Batu bara Jadi Bensin
Jakarta, Jaladrinews.id- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan kesiapan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan produksi bensin berbahan baku batu bara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri.
Bahlil mengatakan, arahan Presiden tersebut dilatarbelakangi kondisi geopolitik global yang masih diwarnai ketidakpastian. Pemerintah pun berupaya memaksimalkan potensi energi nasional, termasuk batu bara, sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di dalam negeri.
"Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil di Jakarta dikutip dari laman Antaranewsjatim, Senin (21/9/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pengembangan bensin dari batu bara saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan energi agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut teknologi pengolahan batu bara menjadi bahan bakar cair atau coal to liquid telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Afrika Selatan. Meski demikian, Kementerian ESDM masih mengevaluasi potensi batu bara nasional serta kerja sama teknologi yang dapat mendukung pengembangan tersebut.
"Terus kemudian kita melihat Afrika Selatan. Dulu dia kena politik Apartheid, terus dilarang oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batu bara Sasol (perusahaan energi dan kimia di Afrika Selatan) itu sampai sekarang. Kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau (mencairkan batu bara menjadi bensin) itu,” kata Tri.
"Nanti beberapa sedang dievaluasilah", tambah Tri.
Pemerintah berharap pemanfaatan batu bara sebagai bahan baku bahan bakar alternatif dapat menjadi salah satu langkah diversifikasi energi nasional. Namun, realisasi produksi bensin dari batu bara masih memerlukan kajian lebih lanjut, termasuk dari sisi teknologi, keekonomian, investasi, dan kesiapan pelaksanaan.
Dengan pengembangan energi alternatif tersebut, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan bakar dari luar negeri.
