Purbaya Dicopot, Presiden Prabowo Resmi Lantik Suahasil Jadi Menkeu
![]() |
| Menteri Keuangan Suahasil Nazara |
Jakarta, Jaladrinews.id- Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa setelah satu tahun menduduki posisi strategis dalam pemerintahan. Purbaya yang dilantik pada 8 September 2025 kini digantikan Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.
Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin sore, 14 September 2026. Pergantian tersebut menandai perubahan kepemimpinan di kementerian yang memegang peranan penting dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kebijakan fiskal, serta pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah.
Setelah menerima mandat baru, Suahasil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar dirinya memastikan kondisi keuangan negara tetap sehat dan kredibel.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya, menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut menjadi penegasan awal mengenai fokus Suahasil setelah dipercaya memimpin Kementerian Keuangan. Ia dihadapkan pada tanggung jawab menjaga keseimbangan fiskal, memastikan keberlanjutan pembiayaan negara, serta mendukung agenda pembangunan pemerintah tanpa mengabaikan stabilitas APBN.
Suahasil Pastikan Defisit APBN Tetap Terkendali
Suahasil menegaskan bahwa pergantian posisi Menteri Keuangan tidak serta-merta berarti perubahan besar dalam pengelolaan fiskal. Pengalaman mendampingi Purbaya sebagai Wakil Menteri Keuangan menjadi modal bagi dirinya untuk melanjutkan pekerjaan yang telah berjalan.
Menurut Suahasil, penunjukannya sebagai Menteri Keuangan lebih merupakan kelanjutan dari proses kerja yang selama ini telah dilakukan bersama Purbaya.
“Defisit akan tetap di bawah 3%,” tutur Suahasil meyakinkan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah besarnya kebutuhan belanja pemerintah untuk membiayai sejumlah proyek pembangunan berskala besar. Pemerintah dituntut menjaga agar belanja negara tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap kesehatan keuangan negara.
Komitmen mempertahankan defisit APBN di bawah 3% menjadi salah satu perhatian utama dalam masa awal kepemimpinan Suahasil. Pengendalian defisit diperlukan untuk menjaga kepercayaan terhadap kebijakan fiskal serta memastikan pemerintah tetap memiliki ruang pembiayaan untuk menjalankan program prioritas.
Selain pengendalian defisit, Suahasil juga menekankan pentingnya menjaga kredibilitas keuangan negara. Hal ini mencakup pengelolaan anggaran yang hati-hati, kesinambungan pembiayaan, serta kemampuan pemerintah memenuhi kewajiban fiskalnya.
