IHSG Menguat 1,36 Persen ke 6.118, Pasar Saham Indonesia Berakhir di Zona Hijau
![]() |
JaladriNews | Senin, 5 Oktober 2026, Foto : indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Source : Beritasatu.com |
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Senin (5/10/2026) dengan penguatan dan berhasil mempertahankan pergerakan positif hingga penutupan. IHSG ditutup di level 6.118,80 atau menguat 82 poin lebih dari posisi pembukaan.
Pada awal perdagangan, IHSG berada di level 6.055,15, naik 18,26 poin atau sekitar 0,30 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat sebelumnya di level 6.036,89. Penguatan tersebut kemudian berlanjut sepanjang sesi perdagangan hingga indeks ditutup naik 1,36 persen.
IHSG Bergerak di Zona Hijau
Data perdagangan menunjukkan IHSG pada Senin bergerak dalam rentang 6.019,8 hingga 6.119,2. Hingga akhir perdagangan, sebanyak 526 saham tercatat menguat, sementara 153 saham melemah dan 114 saham stagnan.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup tinggi dengan volume mencapai sekitar 40,98 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp9,97 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 1,64 juta transaksi.
Penguatan tersebut membuat indeks saham Indonesia melanjutkan momentum positif setelah pada perdagangan Jumat (2/10) IHSG sebelumnya ditutup menguat 0,46 persen di level 6.036,89.
Mayoritas Saham Berakhir Menguat
Penguatan IHSG pada perdagangan awal pekan turut didukung oleh kenaikan mayoritas saham. Sejumlah sektor saham bergerak di zona hijau sejak pembukaan.
Pada awal perdagangan, sektor industri mencatat penguatan terbesar, sementara sektor energi, bahan dasar, keuangan, konsumen, properti, dan transportasi juga berada di zona positif. Sebaliknya, sektor teknologi dan infrastruktur sempat bergerak melemah.
Pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar turut memberikan kontribusi terhadap indeks. Saham BBCA, BBRI, dan TLKM, misalnya, tercatat berada di zona hijau pada awal perdagangan.
Pasar Masih Mencermati Kebijakan The Fed
Di tengah penguatan IHSG, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan bursa dalam beberapa hari ke depan.
Dari Amerika Serikat, investor memperhatikan arah kebijakan Federal Reserve atau The Fed. Data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan perlambatan turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada kisaran 6.000–6.200. Perkiraan tersebut merupakan analisis pasar dan bukan jaminan terhadap pergerakan indeks selanjutnya.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi yang dijadwalkan dirilis sepanjang pekan, termasuk cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan otomotif.
IHSG Tutup di Atas Level Pembukaan
Pergerakan IHSG pada perdagangan Senin menunjukkan penguatan yang semakin besar dibandingkan posisi saat pembukaan. Setelah dibuka di sekitar level 6.055, indeks sempat turun ke 6.019,8 sebelum kembali menguat hingga mencapai titik tertinggi 6.119,2.
IHSG kemudian menutup perdagangan di level 6.118,80 atau naik 1,36 persen. Penguatan tersebut menempatkan pasar saham Indonesia di zona positif pada awal perdagangan pekan ini.
Meski demikian, pergerakan IHSG tetap akan bergantung pada sentimen pasar domestik maupun global, termasuk perkembangan ekonomi Amerika Serikat, kebijakan moneter The Fed, pergerakan nilai tukar rupiah, serta kondisi pasar komoditas.
JaladriNews akan terus memantau perkembangan IHSG dan dinamika pasar modal Indonesia pada perdagangan berikutnya.
