BREAKING NEWS

IHSG Sesi I Melemah 0,32 Persen ke Level 5.990, Tekanan Jual Masih Terlihat

Foto : Papan elektronik berisi informasi indeks harga saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. Source : rri.co.id

Foto : Papan elektronik berisi informasi indeks harga saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. Source : rri.co.id

JAKARTA, JALADRINEWS
— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I Jumat (2/10/2026) di zona merah. IHSG turun 19,30 poin atau 0,32 persen ke level 5.990,20, setelah pada awal perdagangan sempat menguat ke 6.018,08.

Pergerakan indeks berlangsung fluktuatif. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.044,26 sebelum kembali tertekan dan mencapai titik terendah 5.979,98. Penurunan tersebut juga membawa IHSG kembali berada di bawah level psikologis 6.000.

Mayoritas Saham Berada di Zona Merah

Tekanan jual terlihat dari komposisi perdagangan. Hingga jeda sesi pertama, sebanyak 404 saham tercatat melemah, sementara 230 saham menguat dan 151 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,39 triliun dengan volume perdagangan 80,44 miliar saham.

Dari sebelas sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sejumlah sektor mengalami tekanan. Data perdagangan menunjukkan sektor keuangan, teknologi, dan kesehatan berada di zona melemah, sementara beberapa sektor lainnya masih mampu mencatatkan penguatan.

Pergerakan pasar juga berlangsung di tengah kondisi bursa regional Asia yang cenderung bervariasi. Sentimen eksternal turut menjadi perhatian investor, termasuk perkembangan geopolitik serta pergerakan harga komoditas energi.

Harga minyak Brent, misalnya, ditutup naik 4,37 persen menjadi 102,31 dolar AS per barel seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi akibat ketegangan geopolitik.

Inflasi Indonesia Masih dalam Sasaran

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia pada September 2026 sebesar 3,28 persen secara tahunan. Inflasi bulanan berada di level 0,30 persen, sedangkan inflasi inti tercatat 2,84 persen.

Bank Indonesia menyatakan inflasi tersebut masih berada dalam sasaran 2026, yakni 2,5 persen dengan toleransi plus-minus 1 persen. Kondisi inflasi domestik menjadi salah satu indikator yang turut diperhatikan pelaku pasar dalam membaca arah kebijakan ekonomi dan moneter.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Tim Analis Pilarmas Investindo Securitas memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan terbatas. Mereka menempatkan area support dan resistance IHSG pada kisaran 5.935 hingga 6.120.

Pergerakan IHSG pada sesi II selanjutnya masih akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah indeks mampu kembali ke atas level 6.000 atau melanjutkan tekanan perdagangan.

JaladriNews akan memperbarui perkembangan pasar saham berdasarkan data perdagangan dan informasi resmi yang tersedia.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar