Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, Langit Menguning dan PM2.5 Capai Level Berbahaya

Foto: Langit Palembang terlihat kuning dan berselimut kabut asap
Palembang — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kondisi tersebut membuat langit di sejumlah wilayah terlihat kekuningan pada Selasa (6/10/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap masih cukup tebal sejak pagi hingga siang menjelang sore. Tebalnya asap membuat cahaya matahari berubah dan terlihat berwarna oranye dari permukaan kota.
Sejumlah warga juga merasakan dampak langsung dari kondisi tersebut. Keluhan yang muncul antara lain mata terasa perih ketika beraktivitas di luar ruangan.
Warga Palembang, Mela Puspasari, mengatakan kabut asap sudah terlihat sejak pagi dan masih bertahan hingga sore. Kondisi tersebut juga membuat warna langit tampak berbeda dari biasanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang mengaku mengalami mata perih ketika berkendara. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dilakukan ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
PM2.5 Tembus 815 µg/m³
Kondisi visual tersebut sejalan dengan hasil pemantauan kualitas udara BMKG. Pada Selasa (6/10), konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 815 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB.
Sementara itu, Stasiun PM2.5 Talang Betutu mencatat konsentrasi tertinggi sebesar 765,8 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB. Berdasarkan klasifikasi BMKG, konsentrasi PM2.5 di atas 250,5 µg/m³ masuk kategori berbahaya.
Di Stasiun Musi 2, konsentrasi PM2.5 tercatat 307,2 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB dan terus meningkat hingga mencapai 815 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB. Setelah itu, konsentrasi mulai menurun menjadi 810 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB dan 458,4 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Di Stasiun Talang Betutu, konsentrasi PM2.5 juga berangsur turun setelah mencapai puncaknya. Pada pukul 08.00 WIB, angkanya tercatat 258,7 µg/m³.
Kualitas Udara Membaik pada Siang Hari
Kondisi udara kemudian menunjukkan penurunan konsentrasi PM2.5 pada siang hari. Di Stasiun Musi 2, angka PM2.5 tercatat 147,7 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB dan turun menjadi 125,7 µg/m³ pada pukul 14.00 WIB.
Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih berada dalam kategori tidak sehat menurut klasifikasi kualitas udara BMKG.
BMKG juga mencatat kondisi kering masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Dalam peringatan dini kekeringan meteorologis yang diperbarui 30 September 2026, Palembang termasuk wilayah yang masuk kategori awas. Pada periode 6–12 Oktober, BMKG juga masih menemukan sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Selatan.
Masyarakat Diminta Mewaspadai Kualitas Udara
Kondisi kabut asap dan tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena kualitas udara dapat berubah secara cepat, khususnya pada dini hari hingga pagi ketika konsentrasi partikulat tercatat tinggi.
Masyarakat yang berada di wilayah dengan konsentrasi PM2.5 tinggi disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar.
Pemantauan kualitas udara secara berkala juga penting dilakukan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
JaladriNews akan terus mengikuti perkembangan kualitas udara, kondisi karhutla, serta langkah penanganan kabut asap di Sumatera Selatan.