Mutasi TNI Terbaru: Letjen Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad, LetjenTri Budi Utomo Dipercaya jadi Wakasad
![]() |
| Letjen TNI Iwan Setiawan, (Sumber: Dok. Penerangan Pussenif) |
Dengan penunjukan tersebut, Iwan Setiawan kini dipercaya memimpin salah satu satuan strategis TNI AD yang memiliki kekuatan besar dan berperan penting dalam kesiapsiagaan operasi militer.
Nama Iwan bukan sosok baru dalam jajaran strategis TNI AD. Perwira tinggi lulusan Akademi Militer 1993 itu pernah menjabat Komandan Jenderal Kopassus, Pangdam XII/Tanjungpura, serta Danpussenif. Ia juga dikenal memiliki pengalaman panjang di satuan infanteri dan Kopassus.
Letjen Tri Budi Utomo dipercaya sebagai Wakasad
Sementara itu, posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) kini dipercayakan kepada Letjen TNI Tri Budi Utomo. Sebelumnya, Tri Budi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan.
Letjen Tri Budi menggantikan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa yang kini mendapat penugasan baru sebagai Wakil Menteri Pertanian. KSAD Maruli Simanjuntak mengonfirmasi bahwa penunjukan Tri Budi sebagai Wakasad dilakukan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung paling lambat pada pekan berikutnya.
Tri Budi Utomo juga memiliki rekam jejak panjang di lingkungan TNI. Ia pernah menjabat Wakil Komandan Jenderal Kopassus, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, serta Pangdam VI/Mulawarman sebelum dipercaya menjadi Sekjen Kementerian Pertahanan.
Pergantian Iwan Setiawan dan Tri Budi Utomo menjadi bagian dari rangkaian rotasi sejumlah perwira tinggi TNI AD pada Oktober 2026. Selain posisi Pangkostrad dan Wakasad, sejumlah jabatan Pangdam serta posisi strategis lainnya juga mengalami perubahan.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pergantian tersebut merupakan bagian dari mekanisme organisasi TNI AD. Rotasi dilakukan untuk menjaga dinamika organisasi sekaligus memberikan penyegaran dalam kepemimpinan.
Dengan masuknya Letjen Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad dan Letjen Tri Budi Utomo sebagai Wakasad, struktur pimpinan strategis TNI AD kini kembali mengalami perubahan signifikan pada Oktober 2026.
