BREAKING NEWS

Ini Penjelasan Pemprov Kaltim Soal Heboh Anggaran Laundry 450 Juta

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim Astri Intan Nirwany. (niaga.asia)

Jaladrinews.id -Setelah sebelumnya publik dihebohkan dengan polemik pengadaan mobil dinas, renovasi rumah dinas gubernur dan wakil gubernur, lalu pengadaan kursi pijat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan di tingkat nasional. Kali ini publik kembali dihebohkan dengan adanya anggaran laundry yang senilai Rp 450 juta di lingkungan rumah jabatan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang kemudian ramai diperbincangkan.

Terkait dengan polemik tersebut, Pemprov Kaltim langsung memberikan klarifikasi bahwa anggaran tersebut bukan hanya untuk laundry pakaian gubernur dan wakil gubernur. Di balik angka Rp 450 juta itu, terdapat kebutuhan operasional enam gedung besar, guest house VIP hingga fasilitas rumah jabatan yang hampir setiap hari dipakai kegiatan.

Plt Kepala Biro Umum Setda Kaltim Astri Intan Nirwany mengatakan, polemik itu muncul karena publik hanya membaca judul item pengadaan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).

“Yang dibaca orang kan cuma laundry pakaian kepala daerah Rp 450 juta. Padahal kalau dibuka rinciannya, itu bukan hanya pakaian. Di situ ada karpet, gorden, sprei, bed cover, cover meja jamuan, cover kursi jamuan dan perlengkapan operasional lainnya,” ujar Astri, dikutip Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, item belanja tersebut digunakan untuk menunjang operasional berbagai fasilitas milik Pemprov Kaltim yang dikelola Biro Umum. Terlebih sejak kebijakan efisiensi diterapkan, banyak kegiatan pemerintahan yang dipindahkan dari hotel ke kawasan rumah jabatan gubernur.

“Sekarang kegiatan OPD, kegiatan keagamaan, organisasi masyarakat, hampir semua banyak dilaksanakan di rumah jabatan dan gedung-gedung yang kami kelola. Jadi otomatis operasionalnya juga meningkat,” katanya.

Astri menyebut kawasan rumah jabatan gubernur bukan hanya satu bangunan rumah dinas. Di dalamnya terdapat pendopo, guest house, ruang VIP hingga musala yang hampir setiap hari dipakai masyarakat maupun tamu pemerintahan.

“Di musala itu setiap hari ada pengajian, majelis taklim, dipakai salat juga sama masyarakat dan ASN. Di situ ada mukena, sajadah, karpet yang rutin harus dicuci,” ujarnya.

Aktivitas di guest house dan ruang VIP juga disebut nyaris tidak pernah berhenti. Astri mengungkapkan sejumlah pejabat nasional hingga kepala daerah dari luar Kalimantan pernah menggunakan fasilitas tersebut.

"Ada 10 kamar di Guest House itu dan hampir tiap hari dipakai tamu. Menteri, gubernur, tamu pemerintah provinsi banyak yang transit atau menginap di sana,” tegasnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar