Garda Muda Indonesia Desak Panglima TNI Usut Dugaan Pungli Oknum TNI di Gunung Botak
![]() |
| Foto ; Aktivitas di Gunung Botak (Dok. ist) |
Jakarta, Jaladrinews.id – Garda Muda Indonesia (GMI) melalui Koordinator Edwin Leslesy mendesak Panglima TNI untuk segera mengambil langkah tegas menyusul adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan pembiaran aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Jaladrinews.id, Edwin Leslesy menilai kondisi di Gunung Botak bertolak belakang dengan komitmen penutupan aktivitas tambang ilegal yang sebelumnya telah diumumkan aparat keamanan. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima GMI dari lapangan, aktivitas penambangan ilegal disebut masih berlangsung.
GMI juga mengaku menerima informasi mengenai dugaan adanya praktik setoran ilegal sebesar Rp5 juta per bak rendaman kepada oknum tertentu. Namun demikian, organisasi tersebut meminta agar informasi tersebut dibuktikan melalui penyelidikan yang independen.
"Apabila informasi tersebut benar, maka hal itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tugas TNI sebagai pelindung rakyat dan penegak hukum. Dugaan tersebut harus diusut secara terbuka agar tidak mencederai kepercayaan publik terhadap institusi TNI," ujar Edwin Leslesy.
Atas dasar itu, Garda Muda Indonesia menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Panglima TNI.
1. meminta dilakukan evaluasi terhadap Dandim 1506/Namlea terkait pengawasan wilayah yang diduga masih menjadi lokasi aktivitas penambangan ilegal.
2. GMI mendesak Mabes TNI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pangdam XVI/Pattimura, termasuk audit investigatif terhadap sistem pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
3. meminta dibentuknya tim investigasi independen untuk mengusut dugaan aliran dana setoran ilegal serta menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat tanpa memandang pangkat maupun jabatan.
Edwin Leslesy menegaskan bahwa desakan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga integritas institusi TNI.
"Kami percaya TNI adalah institusi yang dicintai rakyat. Karena itu, jika memang terdapat oknum yang menyalahgunakan kewenangan, mereka harus diproses sesuai hukum agar tidak merusak nama baik institusi," katanya.
Garda Muda Indonesia berharap Panglima TNI segera mengambil langkah konkret untuk memastikan penegakan hukum berjalan secara transparan serta menghentikan segala bentuk aktivitas ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak TNI maupun pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan Garda Muda Indonesia.
